Buhul Cinta

UNTUKMU, PENDAMPING HIDUPKU!

Ya untukmu, manusia yang telah kuserahkan semua yang kumiliki untuk bisa berbahagia dengannya di atas ketaatan kepada الله . Manusia yang paling tahu semua rahasia hidupku dari rambut sampai keujung kaki. Manusia yang aku harap bersamanya menuju surga bergandeng tangan membawa sekeranjang harapan dan cita-cita.

Ya untukmu, yang selama ini ku kenal, orang yang paling pengertian dan pemaaf, selalu menjunjung akhlak mulia. Yang elama ini kukenal orang yang tidak henti-hentinya menggapai kebahagiaan hidup bersamaku.

Ya untukmu, orang yang telah berikrar dan berjanji untuk bersama mendayung sampan rumah tangga, sebesar apapun gelombang yang menghadang atau sekuat apapun angin puting beliung yang menerjang . . .

Kepadamu, kutuliskan dihamparan hatimu yang maha luas tentang cinta dan kasih sayang, cinta yang karenanya diciptakan langit dan bumi, dipancangkannya gunung dan dialirkannya sungai.

Aku ingin bercerita kepadamu tentang cinta yang suci yang tidak tergores oleh maksiat dan tidak raut oleh dosa dan kesalahan. Cinta yang akan meringankan segala beban hidup dan menjadikan duniaku taman bunga yang indah.

BUHUL CINTA

Cinta adalah akad dan perjanjian, air kehidupan bahkan ia adalah rahasia kehidupan, kelezatan ruh bahkan ia adalah ruh kehidupan
Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan….akan cerah kehidupan…akan menari hati..dan akan bersih qolbu..
Karena cinta semua kesalahan akan termaafkan, semua kelalaian akan diampunkan
Karena cinta akan dibesarkan arti kebaikan
Tidakkah anda melihat rusa betina mendekatkan diri kepada pejantannya?!
Tidakkah tanah yang tandus merindukan curahan hujan ?!
Tidakkah anda melihat alam gembira menyambut kedatangan musim semi ?!
Tidakkah anda berfikir semua itu karena cinta?!
Kalaulah bukan dengan cinta, tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainya
Kalaulah bukan karena cinta, tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya, tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam, dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi
Ketika cinta hampa dalam kehidupan, maka jiwa akan sempit dan terjadilah pertikaian dan perselisihan. Ketika cinta hilang, maka akan layu bunga, akan padam cahaya, akan pendeklah usia, akan kering danau dihutan belantara dan akan silih berganti datang penyakit dan sengsara. Ketika cinta telah sirna… tatkala itulah lebah meninggalkan bunga, burung-burung meninggalkan sarangnya dan kutilang tidak hinggap lagi di pucuk cemara. Sekiranya lautan mempunyai pantai dan sungai mempunyai muara, maka cinta tidak bertepi dan tidak bermuara

_Armen Halim Naro_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: