PENGUKUR KECEPATAN MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED DAN TEGANGAN dg ADC (Bab 1 & 2)

Abstraksi

Di jalan raya, terutama di jalan tol, kita melihat batas maksimal kecepatan. Namun, polantas kita tidak dilengkapi dengan perangkat pengukur kecepatan. Bagaimana mungkin aturan ini bisa ditegakkan, sedangkan penegak hukum tidak bisa menyatakan pengendara mana yang melanggar batas kecepatan. Berawal dari keinginan membantu polantas menegakkan hukum, kami berinisiatif membuat perangkat pengukur kecepatan sekaligus sebagai tugas mata kuliah EL2006 Pengukuran dan Instrumentasi.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dari zaman pra-sejarah, kemajuan teknologi selalu berawal dari teknologi militer. Dari yang rumit dan besar seperti rudal balistik, ketapel, dan kapal, sampai ke yang sederhana seperti tameng ataupun tombak. Hal ini terjadi sampai saat ini. Sebut saja Global Positioning System(GPS), radar, hidden camera, dan lain-lain. Semua teknolgi tersebut berawal dari penggunaan terbatas di kalangan militer. Dalam masalah keamanan, negara-negara maju telah menggunakan teknologi tersebut dalam memecahkan masalah kemasyarakatan. Dalam menangani masalah kriminalitas misalnya, Inggris dan beberapa negara maju lainnya telah memasang ratusan hingga ribuan kamera tersembunyi di seluruh kota London. Maka, tidak heran jika buronan, ataupun pelanggar ketertiban tertangkap dalam waktu singkat. Secara umum, teknologi kendali dan instrumentasi memegang peranan penting dalam penerapan teknologi ini. Lebih spesifik lagi, dalam masalah lalu lintas. Polisi lalu lintas di hampir setiap negara maju telah dilengkapi dengan teknologi instrumentasi untuk menunjang fungsinya. Salah satunya adalah pengukur kecepatan atau biasa disebut speed gun.
Di Indonesia, kemajuan teknologi militer hampir terbilang tidak ada jika
dibandingkan dengan negara maju ataupun negara berkembang lainnya. Padahal, kita
ketahui jumlah pelanggar lalu lintas sangat tinggi di Negara ini. Salah satu hambatannya
adalah perangkat hukum yang tidak tegas. Di jalan raya, terutama di jalan tol, kita melihat batas maksimal kecepatan, tapi polantas kita tidak dilengkapi dengan perangkat pengukur kecepatan. Bagaimana mungkin aturan ini bisa ditegakkan, sedangkan penegak hukum tidak bisa menyatakan pengendara mana yang melanggar batas kecepatan. Kami berusaha membuat alat pengukur kecepatan tersebut sebagai langkah awal pemecah kebuntuan teknologi militer tepat guna di Indonesia.

1.2 Tujuan
• Mendesain konfigurasi rangkaian sensor untuk mengukur kecepatan dan tegangan
dengan output berupa bilangan desimal pada layar LCD.
• Membuat pengolah data dengan menggunakan mikrokontroler yang nantinya akan
ditampilan dengan menggunakan layar LCD

1.3 Rumusan Masalah
• Perancangan rangkaian pengukur kecepatan dan tegangan agar sensor dapat
bekerja pada kondisi-kondisi tertentu.
• Penyesuaian antara sensor dan mikrokontroler agar dapat dikombinasikan.
• Penentuan ketelitian dari alat ukur dan rangenya.
• Pemrograman mikrokontroler untuk mengolah data dan menampilkan hasilnya
menggunakan LCD.

1.4 Sistematika Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN
BAB II DASAR TEORI
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM.
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS SISTEM
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II

DASAR TEORI

2.1 Pengukur kecepatan benda bergerak

Kecepatan adalah perubahan posisi (perpindahan) suatu benda dibandingkan dengan waktu tempuh. sehingga dapat ditulis persamaan berikut:

V = Δx / Δt

Maka, yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai kecepatan adalah Δx dan Δt.

2.2 Pengukur Tegangan

Pada mikro AVR Atmega16 terdapat port-port yang dapat menerima besaran analog yang dapat diconvert kedalam besaran digital, yaitu ADC (Analog to Digital Converter). Port tersebut terdapat pada PORTA (PA.0 .. PA.7) yaitu ADC0..ADC7.

Tegangan yang dapat diukur memiliki referensi 5volt, jadi tegangan maksimal  yang dapat masuk kedalam chip hanya 5volt. Pada ADC, tegangan analog dapat dikonversikan sebagai bit-bit dalam desimal dari 0 sampai 1023 atau sebesar 10 bit dengan tegangan referensi 5 volt. Jadi, satu bit dapat diwakili sekitar 4.88mV dan ketika 10 bit terisi penuh dapat tercapai 5 volt.

3 Responses to “PENGUKUR KECEPATAN MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED DAN TEGANGAN dg ADC (Bab 1 & 2)”

  1. djaya Says:

    gimana kelanjutannya pada bab3 konsep perancangan alat pengukur kecepatan. tolong dong soalnya saya butuh sekali untuk kuliah

  2. dzikru Says:

    gatel,,,,,,,,,,,, !!!!! terusane endi cokkkkkk

  3. ichwann Says:

    ups,,,
    sorry-sorry,,,
    sibuk Tugas akhir nih,,,,
    tar malem dah gw lanjutin insy4jj

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: